Awalnya mungkin cuma terdengar suara dengung dari roda depan. Namun, ketika mobil dibawa melaju di jalan tol, setir terasa kurang stabil. Kadang muncul juga sensasi seperti ban kekurangan angin, padahal sebelumnya tekanan ban sudah diperiksa.
Kalau pernah mengalami kondisi seperti ini, jangan buru-buru menganggap masalahnya hanya karena ban. Ada beberapa komponen roda dan kaki-kaki mobil yang bisa menimbulkan gejala serupa. Apalagi jika keluhan tersebut mulai terasa saat mobil melaju lebih cepat.
Supaya tidak salah mengambil keputusan saat ke bengkel, yuk, kenali kemungkinan penyebabnya dan apa saja yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.
Kenapa Roda Depan Berisik dan Setir Terasa Tidak Stabil?
Suara berisik dari roda depan bisa berasal dari ban, bearing roda, rem, atau komponen kaki-kaki. Sementara itu, setir yang terasa tidak stabil bisa berkaitan dengan tekanan ban, keseimbangan roda, hingga kondisi sistem kemudi.
Karena gejalanya bisa saling berkaitan, penting untuk memperhatikan kapan suara muncul, apakah setir ikut bergetar, dan apakah mobil cenderung bergerak ke salah satu sisi.
1. Tekanan angin ban tidak sesuai
Ban yang kekurangan tekanan dapat membuat mobil terasa lebih berat, kurang responsif, dan seolah-olah berjalan di atas permukaan yang tidak rata. Ketika melaju di jalan tol, kondisi ini bisa terasa semakin mengganggu.
Namun, sensasi seperti ban kurang angin tidak selalu berarti tekanan ban memang rendah. Tekanan berlebihan juga dapat memengaruhi kenyamanan berkendara.
Periksa tekanan keempat ban ketika kondisinya dingin, lalu sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan pada label tekanan ban kendaraan. Jangan hanya mengandalkan perkiraan atau angka yang tertulis di dinding ban.
2. Ban aus tidak merata atau mengalami kerusakan
Tapak ban yang aus sebelah, bergelombang, atau memiliki kerusakan pada bagian tertentu dapat menimbulkan suara dengung dan membuat mobil terasa kurang nyaman.
Coba perhatikan apakah suara berubah ketika mobil melewati permukaan jalan yang berbeda. Ban yang aus tidak merata terkadang menghasilkan suara lebih keras di aspal tertentu, meskipun tekanan anginnya masih sesuai.
Periksa juga apakah ada benjolan, retakan, benda asing, atau kerusakan lain pada ban. Jika terlihat benjolan atau kerusakan struktural, jangan memaksakan mobil untuk melaju kencang.
3. Bearing roda depan mulai bermasalah
Bearing atau laher roda berfungsi membantu roda berputar dengan lancar. Ketika kondisinya mulai aus atau rusak, salah satu gejala yang dapat muncul adalah suara dengung atau gemuruh dari area roda.
Suara tersebut terkadang semakin jelas ketika kecepatan kendaraan meningkat. Pada kondisi tertentu, kerusakan bearing juga dapat disertai kelonggaran roda atau perubahan rasa pada kemudi.
Jika suara terdengar terus-menerus meskipun tekanan ban sudah benar, bearing roda perlu masuk daftar pemeriksaan. Jangan langsung menggantinya tanpa pemeriksaan karena suara ban dan bearing bisa terdengar mirip.
4. Spooring atau balancing roda tidak lagi ideal
Kalau setir bergetar saat mobil melaju pada rentang kecepatan tertentu, salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa adalah keseimbangan roda.
Balancing bertujuan menyeimbangkan distribusi bobot roda dan ban agar putarannya lebih halus. Sementara itu, spooring digunakan untuk menyelaraskan sudut roda sesuai spesifikasi kendaraan.
Mobil yang cenderung menarik ke satu sisi, posisi setir tidak lurus, atau ban aus tidak merata dapat memerlukan pemeriksaan spooring. Getaran pada setir bisa berkaitan dengan balancing, tetapi bukan berarti semua getaran pasti disebabkan oleh roda yang tidak seimbang.
Jika mobil pernah menghantam lubang cukup keras atau baru saja mengganti ban, pemeriksaan kondisi roda dan kaki-kaki juga layak dipertimbangkan.
5. Komponen kaki-kaki atau sistem kemudi mulai aus
Komponen seperti tie rod, ball joint, bushing, dan shock absorber berperan dalam menjaga roda tetap terarah serta membantu mobil meredam guncangan.
Ketika salah satu komponen tersebut aus atau mengalami kerusakan, mobil bisa terasa kurang mantap, muncul bunyi saat melewati jalan tidak rata, atau setir terasa berbeda dari biasanya.
Gejala seperti ini perlu diperiksa secara menyeluruh. Melakukan spooring saja tidak akan menyelesaikan masalah jika penyebab utamanya adalah komponen kaki-kaki yang sudah rusak.
Apakah Mobil Aman Dibawa ke Jalan Tol?
Jika setir terasa tidak stabil atau suara roda semakin keras, sebaiknya jangan langsung menguji mobil dengan kecepatan tinggi untuk mencari tahu penyebabnya.
Kurangi kecepatan secara bertahap, jaga jarak aman, dan berhenti di tempat yang aman jika gejalanya mengganggu kendali kendaraan. Hindari pengereman mendadak atau manuver tajam kecuali diperlukan untuk menghindari bahaya.
Jika muncul getaran hebat, roda terasa oleng, setir sulit dikendalikan, atau terdengar bunyi benturan keras, hentikan perjalanan di tempat aman dan pertimbangkan bantuan derek.
Jangan memaksakan perjalanan jauh sebelum penyebab masalahnya diketahui. Terlebih jika keluhan muncul mendadak atau semakin parah.
Urutan Pemeriksaan Sebelum ke Bengkel
Agar pemeriksaan lebih terarah, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan terlebih dahulu.
- Periksa tekanan angin seluruh ban ketika kondisinya dingin.
- Amati kondisi tapak ban, termasuk keausan tidak merata, benjolan, atau kerusakan lain.
- Perhatikan apakah suara muncul saat mobil berjalan lurus, berbelok, atau melewati jalan bergelombang.
- Catat apakah setir bergetar, mobil menarik ke satu sisi, atau hanya terdengar suara dari roda.
- Sampaikan seluruh gejala tersebut kepada mekanik agar pemeriksaan tidak hanya berfokus pada satu komponen.
Jika keluhan terus muncul, minta bengkel memeriksa ban dan velg, bearing roda, sistem rem, komponen kaki-kaki, serta sistem kemudi. Pemeriksaan balancing dan spooring dapat dilakukan sesuai hasil pemeriksaan awal.
Berapa Biaya Perbaikannya?
Biaya perbaikan sangat bergantung pada sumber masalahnya. Jika hanya memerlukan balancing atau spooring, biayanya tentu berbeda dengan penggantian bearing roda atau komponen kaki-kaki.
Sebagai gambaran, biaya spooring mobil penumpang di Indonesia dapat berada di kisaran Rp150.000–Rp300.000, sedangkan balancing umumnya dihitung sekitar Rp20.000–Rp50.000 per roda. Tarif tersebut merupakan perkiraan dan bisa berbeda berdasarkan jenis kendaraan, lokasi bengkel, serta layanan yang dipilih.
Jika ditemukan komponen yang aus atau rusak, biaya suku cadang dan pengerjaan akan menambah total pengeluaran. Karena itu, sebaiknya minta hasil pemeriksaan dan rincian biaya sebelum menyetujui penggantian komponen.
Kesimpulan
Roda depan berisik, setir tidak stabil, dan sensasi ban seperti kekurangan angin bisa berasal dari beberapa masalah yang berbeda. Mulai dari tekanan ban yang tidak sesuai, keausan ban, balancing, bearing roda, hingga komponen kaki-kaki yang bermasalah.
Jangan langsung mengganti ban atau melakukan spooring hanya berdasarkan dugaan. Pemeriksaan menyeluruh akan membantu menemukan penyebab yang sebenarnya sekaligus mencegah pengeluaran yang tidak perlu.
Kalau gejala muncul ketika mobil melaju di jalan tol, utamakan keselamatan. Kurangi kecepatan, hindari memaksakan perjalanan, dan segera periksa kendaraan jika setir atau roda terasa tidak normal.
